Matahari yang dirindukan pecinta bulan dan bintang
Senyummu masih bersembunyi Sedih terlihat diwajahmu. Kita yang pernah satu hati. Namun ketegaran harus diuji. Cinta ini, masih dipeluk, terjebak, terperangkap di hatimu. Namun, raga harus menjauh. Rindu ini, masih berharap senyum manismu. Namun, hanya goresan foto yang dapat kukenang. Masih, Kupajang lukisan itu. Ya lukisan yang kau berikan disaat umurku bertambah. Dan kau, Kurasa kaupun merasakan yang sama. Terkoyak? Sakit? Kita sudah terbiasa untuk ini. Kita sudah siap untuk ini. Lebih baik kita yang tersakiti, Daripada kita menyakiti orang lain. Memang tidak akan pernah ada, bulan menggantikan matahari. Tapi kau bisa menjadikan aku bulan, atau bintang sekalipun. Untuk mendapatkan matahari. Biarkan aku, menjadi sosok yang dirindukan pecinta bulan, Atau pecinta bintang. Kita diajarkan oleh Tuhan. Bahwa cinta tidak harus memiliki.