Postingan

Menampilkan postingan dengan label jakarta

Jam 5 tepat

Dingin, Ya, masih terasa dingin ini ditulang, Rasanya sulit sekali, Melepasmu dari bayang-bayang mimpi semalam, Senyummu, Hati ini, Wajahmu, Rindu ini, Cintamu, Kesendirian ini, Mawar mekar dipadang asmara, Tapi mimpi, Ya, Hanya dengan mimpi aku mencintai Kau teramat suci, Dan aku, Pembual yang tak berarti. Jakarta, 19 juli 2016

Sudirman Malam Ini

Hey kau Sudirman, Kau belum mandi ya? Berdebu, bau asap, kotor. Malam hari ini kau belum pulang juga? Lihat itu, bedebah bedebah jakarta sudah terpejam matanya. Hey kau Sudirman. Apa yang kau hormati. Kutu busuk jakarta itu? Lalu lalang, sembunyi, tak peduli, bak curut dapur. Sesekali mencuri nasi kering. Sesekali mengeluarkan bau, saat tertekan. Huhh. Pulanglah kau Sudirman. Badanmu reot, retak, digerus angkuhnya politik. Bau, kusam, kotor, disiram debu sombongnya manusia. Gelap, sunyi, tersembunyi dibalik kokohnya bangunan jakarta Sesekali kau gemerlap oleh sinarnya mucikari mucikari Sesekali hujan menemani kesendirianmu. Hey, Apa yang kau tunggu? Mengapa kau masih berdiri disitu? Apa yang masih kau hormati? Ahh, Rupanya kau memandang cakrawala Harapan akan datangnya nirwana Menerangi nusantara. -inspired by : patung sudirman, film naga bonar 2-