Postingan

Entah

Mata yang juga belum terpejam Hati yang masih juga bimbang Kosong, Penuh tanya, Jauh jauh dari ufuk, Batas yang tak pernah terlihat, Rasa rindu yang terpendam Entah,

Bisikan Cinta

Kau yang dihati Aku benci rasa ini Kupendam bertahun-tahun dengan ambisi Kini Kau hadir menari indah dihati Gemulai indah menawan. Bergejolak hati ini, tak mampu kutahan. Namamu, yang hadir dalam setiap sujud malamku. Aku benci rasa ini. Bisikan cinta yang lembut dihati

Mahira dan Sayangnya Bunda

Bunda bilang "selamat tinggal" Mahira mengatakan "selamat datang, bunda" Bunda, lihat ini. Taman bermain Mahira luas sekali bunda. Disudut sana bunda, iya disudut sana. Mahira bermain ayunan. Lihat sekitar bunda, teman Mahira banyak sekali disini. Bunda, Mahira bisa makan banyak donk disini. Bunda, kok bunda menangis? Ini lho bunda, tempat duduk bunda disamping Mahira. Mahira bisa berlari disini. Lompat-lompat. Main petak umpet. Main pesawat terbang. Mahira sehat bunda, Mahira makan banyak, Mahira tidak muntah lagi, Mahira punya banyak teman, Mahira bahagiaaa sekali, Mahira ingin bunda melihat mahira bahagia. Biar bunda ga sedih lagi. Mahira anak solihah kok bunda. Kan bunda yang mengajarkan mahira, doa kebaikan untuk kedua orang tua. Mahira ga lupa kok, doain ayah dan bunda. Bunda jangan nangis lagi yaa. *** Mahira sayang, cantik, dan lucu. Bunda tidak nangis kok. Bunda bahagia kamu sudah sehat nak. Terima kasih, telah mengajarkan bunda b...

Hazelnut Latte

Gambar
segelas kopi menemani malam ini, bersama hangat tawa canda kawan2. tapi, masih hangat senyum-mu dihatiku. ya senyum-mu yang disana 😄

Pecahan Cinta

Tak tersadar satu masa berlalu. Musim yang terus berganti, menemani langkahku. Menyusun pecahan-pecahan cinta yang berhamburan. Kulihat sekilas ukiran wajahmu. Dalam pecahan-pecahan cinta hatiku. Ya Alloh, bantu aku. Susunkan rangkaian cinta yang terbaik, dari pecahan cinta ini. Doa yang selalu aku sisipkan, disetiap solatku. Engkau hadir, dengan ceriamu. Terus dan terus terbayang senyumanmu. Dalam pecahan-pecahan cinta hatiku. Mungkinkah kau samudera cintaku? Ahh biarkanlah aku selesaikan terlebih dahulu. Menyusun pecahan-pecahan cinta hatiku.

Samudera Cinta Sesungguhnya

Kini malam semakin kelabu, Bintang pun terlihat malu, Sunyi, Tawamu pun lenyap, Ditelan dinginnya malam ibukota. Hilang, Luka ini masih segar, Teriris, tersayat, tersobek, Kau tabah, meskipun aku tahu kau menangis. Aku, tetap dengan kekonyolanku, meskipun terkoyak. Bukan aku yang terlalu lama, Bukan juga kamu yang salah arah. Kita dipisahkan oleh takdir. Batas antara dua persepsi yang berbeda. Benteng antara ambisi dan cinta. Kaupun terluka, sangat dalam. Namun cintamu menutup semua. Begitupula ambisi ku, melupakan semua. Yah, benteng takdir medewasakan cinta kita. Untuk samudra cinta yang sesungguhnya.

Jam 5 tepat

Dingin, Ya, masih terasa dingin ini ditulang, Rasanya sulit sekali, Melepasmu dari bayang-bayang mimpi semalam, Senyummu, Hati ini, Wajahmu, Rindu ini, Cintamu, Kesendirian ini, Mawar mekar dipadang asmara, Tapi mimpi, Ya, Hanya dengan mimpi aku mencintai Kau teramat suci, Dan aku, Pembual yang tak berarti. Jakarta, 19 juli 2016