Sudirman Malam Ini

Hey kau Sudirman,
Kau belum mandi ya?
Berdebu, bau asap, kotor.

Malam hari ini kau belum pulang juga?
Lihat itu, bedebah bedebah jakarta sudah terpejam matanya.

Hey kau Sudirman.
Apa yang kau hormati.
Kutu busuk jakarta itu?
Lalu lalang, sembunyi, tak peduli, bak curut dapur.
Sesekali mencuri nasi kering.
Sesekali mengeluarkan bau, saat tertekan.

Huhh.
Pulanglah kau Sudirman.
Badanmu reot, retak, digerus angkuhnya politik.
Bau, kusam, kotor, disiram debu sombongnya manusia.
Gelap, sunyi, tersembunyi dibalik kokohnya bangunan jakarta

Sesekali kau gemerlap oleh sinarnya mucikari mucikari
Sesekali hujan menemani kesendirianmu.

Hey,
Apa yang kau tunggu?
Mengapa kau masih berdiri disitu?
Apa yang masih kau hormati?

Ahh,
Rupanya kau memandang cakrawala
Harapan akan datangnya nirwana
Menerangi nusantara.

-inspired by : patung sudirman, film naga bonar 2-

Komentar

  1. Udah mulai ngebloG lagi Bal..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk. Iyo mas. Uda kusem banget ki blog. Brp tahun ga dirawat. Haha

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

33 Rahasia Ayah yang Harus Kita Ketahui

Jam 5 tepat

Mahira dan Sayangnya Bunda