Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Pelapisan Sosial / Stratifikasi Sosial

Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Struktur kelas pelapisan masyarakat ini biasa digambarkan dalam bentuk piramida. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.  Didalam organisasi masyarakat primitif, dimana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut : 1. Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban. 2. Adanya kelompo...

Multikulturalisme / Keragaman dan Kesederajatan

Multikulturalisme adalah sebuah filosofi terkadang ditafsirkan sebagai ideologi yang menghendaki adanya persatuan dari berbagai kelompok kebudayaan dengan hak dan status sosial politik yang sama dalam masyarakat modern. Istilah multikultural juga sering digunakan untuk menggambarkan kesatuan berbagai etnis masyarakat yang berbeda dalam suatu negara. Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang menekankan pengakuan dan penghargaan pada kesederajatan perbedaan kebudayaan. Indonesia merupakan salah satu contoh negara multikulturalisme. Indonesia memliki etnis, suku, agama, budaya, kebiasaan. Kekayaan warna di Indonesia ini merupakan sebuah potensi yang sangat besar. Dari mulai kebudayaan, kesenian, sampai keberagaman lingkungan alam. Semuanya jika diolah dengan baik dan sempurna dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat-lipat bagi negara. Contohnya dalam hal pariwisata, dengan keragaman ini dapat membuat objek wisata yang tak akan bosan untuk dikunjungi. Setiap komunitas b...

Adab dan Peradaban

Berasal dari bahasa arab yaitu “adab” yang berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti. Norma tentang adab ini digunakan dalam pergaulan antarmanusia, antartetangga, dan antarkaum. Manusia yang beradab adalah manusia yang memiliki kesopanan dan berbudi pekerti, juga berarti bahwa orang itu mengetahui aturan tentang adab atau sopan santun yang ditentukan dalam lingkungan sekitarnya. Sedangkan peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan.   Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi. Dengan batasan-batasan pengertian di atas maka istilah peradaban sering dipakai untuk hasil-hasil kebudayaan seperti: kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat sopan s...

Makhluk Budaya dan Kebudayaan

Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang tertinggi dan paling beradab dibandingkan dengan ciptaan Tuhan lainnya. Keberadaan manusia tersebut apabila dibandingkan dengan ciptaan Tuhan lainnya, yaitu benda mati, tumbuh-tumbuhan dan juga binatang. Benda mati tidak dapat berbuat apa-apa, kecuali ada dorongan atau tindakan dari ciptaan Tuhan lainnya sebagai makhluk hidup terhadap benda mati itu. Sehingga benda mati ini seringkali dijadikan alat untuk membantu atau menopang kehidupan manusia. Dari kedua pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dengan kemampuan manusia yang hampir sempurna itu manusia dapat membuat suatu norma-norma ketika berinteraksi denga...