Multikulturalisme / Keragaman dan Kesederajatan

Multikulturalisme adalah sebuah filosofi terkadang ditafsirkan sebagai ideologi yang menghendaki adanya persatuan dari berbagai kelompok kebudayaan dengan hak dan status sosial politik yang sama dalam masyarakat modern. Istilah multikultural juga sering digunakan untuk menggambarkan kesatuan berbagai etnis masyarakat yang berbeda dalam suatu negara. Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang menekankan pengakuan dan penghargaan pada kesederajatan perbedaan kebudayaan.

Indonesia merupakan salah satu contoh negara multikulturalisme. Indonesia memliki etnis, suku, agama, budaya, kebiasaan. Kekayaan warna di Indonesia ini merupakan sebuah potensi yang sangat besar. Dari mulai kebudayaan, kesenian, sampai keberagaman lingkungan alam. Semuanya jika diolah dengan baik dan sempurna dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat-lipat bagi negara. Contohnya dalam hal pariwisata, dengan keragaman ini dapat membuat objek wisata yang tak akan bosan untuk dikunjungi.

Setiap komunitas budaya pasti memiliki nilai positif dan negatif. Nilai positif dan negatif ini jika digabungkan dengan baik, justru akan menghasilkan kekuatan yang berlipat-lipat. Layaknya kisah kanak-kanak kolaborasi Si Buta dan Si Lumpuh. Nilai negatif budaya A, dapat ditutupi oleh nilai positif budaya B, selanjutnya nilai budaya negatif B dapat ditutupi oleh nilai positif budaya C.

Namun bagaimana jadinya jika tidak dikelola dengan sempurna. Maka kekuatan itu justru akan menjadikan rusaknya negara secara pelan-pelan dan tidak terasa. Bagaikan kayu yang digigiti rayap. Ketika nilai-nilai negatif budaya yang ditonjolkan, dan dihujat maka bersiap-siaplah bom waktu akan meledak di negara ini.
Kesederajatan inilah kuncinya. Sikap toleransi disertai dengan penyelesaian masalah dengan duduk bersama, bukan saling tuding dan hujat adalah solusinya. Bersikap dewasa dan memberikan “applause” atas keunggulan budaya lain, dan berusaha menutup nilai negatif budaya lain tersebut adalah harga mutlak yang harus dijalankan di setiap tingkatan manusia di Indonesia.

Pendidikan multikultural sangat penting diterapkan guna meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik di beberapa daerah. Melalui pendidikan berbasis multikultural, sikap dan mindset  (pemikiran) siswa akan lebih terbuka untuk memahami dan menghargai keberagaman. "Dengan pengembangan model pendidikan berbasis multikultural diharapkan mampu menjadi salah satu metode efektif meredam konflik. Selain itu, pendidikan multikultural bisa menanamkan sekaligus mengubah pemikiran peserta didik untuk benar-benar tulus menghargai keberagaman etnis, agama, ras, dan antargolongan," kata pengamat pendidikan Prof. Dr. Har Tilaar.

Dalam konteks membangun masyarakat multikultural, selain berperan meningkatkan mutu bangsa agar dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain, pendidikan juga berperan memberi perekat antara berbagai perbedaan di antara komunitas kultural atau kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda-beda agar lebih meningkat komitmennya dalam berbangsa dan bernegara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jam 5 tepat

33 Rahasia Ayah yang Harus Kita Ketahui

Mahira dan Sayangnya Bunda