Istiqomah dalam Keimanan
Sedikit share, nasihat semalam (kamis, 14 Nopember 2014)
Lur,
Membahas surat fushilat : 30. Yang berbunyi : "innalladiziina qoolu
robbunallohu tsummas taqoomu tatanazzalu alaihimul malaaikatu allaa takhoofu walaa tahzanu wa absyiru bil jannatillatii kuntum tuu'aduuna"
Ada banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil.
1. Orang iman adalah orang yang percaya pada Alloh. Mereka mengakui bahwa tuhan mereka hanyalah Alloh. Gandengannya orang iman itu selalu beristiqomah, atau bahasa yang sering kita dengar adalah "tetap menetapi". Ya tetap menetapi, karena iman itu bukanlah ucapan semata, tapi selalu diimbangin dengan perbuatan yang taat pada Alloh Rosul dan Ulil amri (selama tidak maksiat).
2. Nah setelah kita tetap menetapi keimanan kita ini, selanjutnya
Alloh berfirman disisi kematiannya orang iman tersebut, "kami turunkan malaikat agar kalian jangan khawatir dan bersedih, dan berilah kabar gembira dengan surga yang sudah dijanjikan untuk kalian". Hakikatnya, seseorang yang akan dijemput oleh malaikat maut, dia akan bersedih. Sedih karena akan berpisah dengan keluarga, anak, istri yang dicintai. Namun malaikat atas perintah Alloh mengingatkan "jangan bersedih, jangan bersedih, Alloh sudah menyediakan surga untuk kalian". Kaitannya dengan surat al-fajr : 27-30, ucapannya malaikat maut pula, saat menjemput nyawa-nya orang iman "yaa ayyatuhannafsul muth'mainnah, irji'ii ilaa robbiki rodhiyatam mardhiyyah, fad'khulii fii 'ibaadii wad'khulii jannatii" -wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah engkau pada tuhan engkau dengan ridho dan di ridhoi. Masuklah engkau pada hamba-hambaKu dan masuklah pada surgaKu-
Maka, sudah sepantasnya kita mengakui Tuhan kita adalah Alloh, kemudian kita istiqomah dalam keimanan padaNya, dan tunggulah kesenangan abadi yang dijanjikan oleh Alloh. :)
Allohumma innaa nas'aluka jannatal firdaus, wamaa qorroba ilaiha minqoulin aw amalin.
Lur,
Membahas surat fushilat : 30. Yang berbunyi : "innalladiziina qoolu
robbunallohu tsummas taqoomu tatanazzalu alaihimul malaaikatu allaa takhoofu walaa tahzanu wa absyiru bil jannatillatii kuntum tuu'aduuna"
Ada banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil.
1. Orang iman adalah orang yang percaya pada Alloh. Mereka mengakui bahwa tuhan mereka hanyalah Alloh. Gandengannya orang iman itu selalu beristiqomah, atau bahasa yang sering kita dengar adalah "tetap menetapi". Ya tetap menetapi, karena iman itu bukanlah ucapan semata, tapi selalu diimbangin dengan perbuatan yang taat pada Alloh Rosul dan Ulil amri (selama tidak maksiat).
2. Nah setelah kita tetap menetapi keimanan kita ini, selanjutnya
Alloh berfirman disisi kematiannya orang iman tersebut, "kami turunkan malaikat agar kalian jangan khawatir dan bersedih, dan berilah kabar gembira dengan surga yang sudah dijanjikan untuk kalian". Hakikatnya, seseorang yang akan dijemput oleh malaikat maut, dia akan bersedih. Sedih karena akan berpisah dengan keluarga, anak, istri yang dicintai. Namun malaikat atas perintah Alloh mengingatkan "jangan bersedih, jangan bersedih, Alloh sudah menyediakan surga untuk kalian". Kaitannya dengan surat al-fajr : 27-30, ucapannya malaikat maut pula, saat menjemput nyawa-nya orang iman "yaa ayyatuhannafsul muth'mainnah, irji'ii ilaa robbiki rodhiyatam mardhiyyah, fad'khulii fii 'ibaadii wad'khulii jannatii" -wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah engkau pada tuhan engkau dengan ridho dan di ridhoi. Masuklah engkau pada hamba-hambaKu dan masuklah pada surgaKu-
Maka, sudah sepantasnya kita mengakui Tuhan kita adalah Alloh, kemudian kita istiqomah dalam keimanan padaNya, dan tunggulah kesenangan abadi yang dijanjikan oleh Alloh. :)
Allohumma innaa nas'aluka jannatal firdaus, wamaa qorroba ilaiha minqoulin aw amalin.
Komentar
Posting Komentar